Cerita Dokter Forensik Soal Mbah Maridjan Tak Sujud Saat Meninggal di Merapi 2010

Mbah Maridjan sehari sebelum wafat, 25 Oktober 2010

Kamis, 16 Maret 2023 – 15:02 WIB

VIVA Nasional – Belum lama ini gunung paling fenomenal, yaitu merapi kembali mengeluarkan wedus gembel atau guguran awan panas pada, Sabtu, 11 Maret 2023.

Hingga saat ini gunung Merapi masih mengeluarkan guguran awan panas dengan intensitas yang tidak besar, sebab aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih berstatus “Siaga” level III.

Awan panas erupsi Gunung Merapi meluncur ke arah Kali Krasak, Sabtu siang

Awan panas erupsi Gunung Merapi meluncur ke arah Kali Krasak, Sabtu siang

Peristiwa awan panas ini, mengingatkan kembali dengan peristiwa erupsi Gunung Merapi pada 26 Oktober 2010, saat itu Merapi memuntahkan awan panasnya dan memakan banyak korban tewas, salah satunya masuk ke dalam daftar korban tersebut ialah sang Juru Kunci Gunung Merapi saat itu, Mbah Marijdan. 

Saat itu beredar kabar bahwa Mbah Maridjan meninggal dengan keadaan posisi bersujud. Tentu hal ini perlu penjelasan lebih lanjut.

Denny Darko dalam Youtube-nya bertemu dengan seorang Dokter Ahli Forensik  Kombes Pol. dr. Summy Hastry Purwanti yang dikenal dengan sapaan Dokter Hastry. Dalam wawancaranya itu ia menceritakan pengalaman dalam mengidentifkasi korban Erupsi Gunung Merapi 2010 silam.

Halaman Selanjutnya

Identifikasi Mbah Maridjan

img_title

Sumber: www.viva.co.id